Jumat, 27 April 2012

♥ Pengorbanan Seorang Sahabat Sejati ♥


 ·

Kringgg……!!!
“mama… jam berapa nich… kok jam ku udah bunyi…?
“Jam 7 kurang 10, nggak niat ke SEKOLAH kamu Za?”
“what? Mati aku….!”
Ucap Liza pagi itu, dia bergegas mandi dan memakai bajunya walaupun tergesa-gesa.
Ia langsung menaiki mobilnya dan melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Itu memang sudah menjadi kebiasaan Liza.
Sesampai di sekolah, ternyata semua siswa sudah masuk.Liza bingung dia harus bagaimana lagi. Sedangkan guru yang super duper galak itu sudah ada di ruangan.
“ Haduw… malah clingak-clinguk di situ ngapain lu?”
“mampus deh gue… gimana nih ron? Mana bu Rasmijah udah di dalem?”
“ ya cepetan lu masuk, malah clingak-clinguk di jendela, cepetan masuk… achh,,.. dasar lu udah kebiasaan”
“iya iya gue masuk… huh… Bissmilahirrahmanirrahim… ya Allah tolong hamba…”
“halah.. nggak usah lebay cepetan.”

Roni adalah sahabat Liza. Walaupun dia tergolong anak yang nakal namun dia baik dan setia banget sama sahabatnya.
“tok..tok..tok…”
“MASUUUUKKK!”
“Bu anu… maaf saya terlambat… tadi… em… apa itu.. anu .. anu bu…”
“haaah… anu… anu… anu…! Berdiri di depan kelas….!!!!”
Yah. Itulah Liza. Memang dia mempunyai ciri khas.Liza adalah anak yang keren, hampir semua orang mengatahui sikap Liza. Namun di balik itu, dia termasuk anak yang suka jahil. Namun sebenarnya dia juga baik hati. Dia mempunyai 3 sahabat sejati selalu menemani dimanapun dia berada. Ketiga sahabat itu bernama, antaranya ya Roni, Neola, dan Yuliana. Mereka bersahabat dari kecil. Mereka berempat adalah sahabat sejati. Mereka satu geng.
Tapi memang, mereka berempat mempunyai kesalahan besar pada saat itu. Sebut saja Safia. Safia adalah musuh bebuyutan geng dari Liza. Dia bersikeras menghancurkan ke-empat sahabat itu. Hingga pada suatu hari, saat Roni salah satu sahabat Liza,sedang mengendarai motor hendak menuju toko buku,karena pada saat itu roni ditugasi oleh Liza untuk mengerjakan tugas dari salah satu dosen mereka, tiba-tiba tidak disangka para gerombolan geng Safia sedang merencanakan untuk menculik salah satu diantara mereka ber-empat. Tiba-tiba roni dihadang oleh Safia dan teman-temanya. Otomatis roni bingung. Dan roni dibawa oleh Safia dan geng cowoknya ke tempat tersembunyi. Disana roni dipukuli oleh Safia dan teman-temannya. Lalu Safia menelfon Neola dan liza yang sedang kebingungan mencari roni.
“kalau loe mau roni selamat potong kuping loe kasih ke gue!!” kalo loe gak ngasihin kuping loe ke gue,roni bakal mati ditangan gue!!”
“oke-oke gue turutin kemauan loe,tapi please jangan sentuh roni gua mohon sama Loe.”
“ok, gue tunggu loe di gudang sebelah markas kampus kita” jika loe ugak datang , jangan ngarep loe bisa ngeliat roni lagi, CAMKAN kata-kata gue nie, gue gak main-main.”
Lalu Liza dan Neola merasa bingung, dia berpikir “ apa yang harus aku lakukan, apa aku harus memotong telingaku? Tapi jika tidak pasti nyawa roni akan terancam, aku harus bagaimana?” tiba-tiba liza mengambil silet yang ada di meja kamarnya dia mengatakan “ DEMI SEORANG SAHABAT…. AKU RELA….” terdengar bunyi
“ CRAAASSHHH” terlihat darah mengucur deras dari telinga liza. “accchhhrrr”” jerit LIza saat itu.
"tidaaaaaakkkkkk,za loe bodoh banget. . ."kata Neola
Dengan terbata-bata Liza mengambil plastic kecil dan memasukan daun telinganya kedalam plastic itu.
"Lizaaaaaaaa. . . ." jerit Neola histeris
"Gue gak apa-apa kog,nel. . ." kata Liza terbata-bata
"kenapa loe ambil tindakan gila ini Za. . ." tanya Neola dengan histeris
"Demi roni nel. . .,dia dalam keadaan bahaya,lebih baik gue kehilangan telinga gue daripada sahabat gue nel. . ."kata Liza meringis menahan sakit.

***
Di lain tempat, roni sedang bingung bagaiman dia harus melarikan diri. Lalu dia mengambil kawat untuk mengotak-atik pintu yang terkunci agar bisa terbuka. Dan “ yeaaahhh…?” pintu itu terbuka. roni bisa membuka pintu itu. Bergegas ia melarikan diri dari tempat tersebut. Dengan berhati-hati dan berharap geng Safia tidak mengetahui roni kabur. Dan akhirnya roni bisa keluar dari tempat tersebut dan dia segera menuju ke rumah Liza.

***
Sesampai dirumah liza, ternyata disana hanya ada Yuliana. Roni melihat temnnya sedang kebingungan. Lalu Yuliana bertanya kepada Roni
“ Ron, gue bener-bener gak tau, sebenarnya ada apa??”
“ ceritanya panjang, gue gak bisa ceritain sekarang. Yang penting dimana Liza sekarang??? Please..”
“ oke… okee… gue juga gak tau dimana Liza. Tapi tadi gue lihat ada darah di kamarnya. Gue juga bingung cari Liza sampe sekarang, gue takut dia kenapa-kenapa…”
“ ya TUHAN… jangan-jangan……???? Ayo ikut gue sekarang…….”
Dengan hati yang amat gelisah, mereka pergi ke gudang tempat markas si Safia dan kawan-kawannya.
Sesampai disana mereka menemukan banyak mobil polisi dan beberapa mobil ambulance. Roni dan Yuliana langsung bingung. Lalu Yuliana bertanya kepada salah satu polisi
“ pak, ada apa ini!”
“kami menemukan 1 mayat dan tersangka penganiayaan,juga 1 teman korban”
“ dimana mayat dan temannya itu pak!” mungkin saja kami kenal”
“ ya, di dalam ambulance”
Betapa kaget mereka. Ternyata itu adalah Liza dan Neola yang memeluk Liza sahabat mereka. Lalu mereka bertiga langsung memeluk mayat Liza yang penuh darah. Dan Roni melihat telinga Liza telah tiada. Roni ingat kata-kata Safia saat menelfon Liza,
(“kalau loe mau Roni selamat potong kuping loe kasih ke gue!!” kalo loe gak ngasihin kuping loe ke gue,Roni bakal mati ditangan gue!!”)
Dan Roni sadar. LIza sahabatnya itu rela memotong telinganya hanya untuk keselamatan dia, dan sahabat-sahabatnya. Lalu Roni menangis. Dia dan teman-temannya lalu memakamkan Liza saat keesokan harinya.
(di tempat pemakaman)
"Lizaaaaaaaaaaaaa,maafkanlah gue gara-gara gue loe jadi begini.... hikz hikz hikz"
ucap roni sambil menangis
"udah ron,ini bukan salah loe kalo emang takdirnya begini kita harus ikhlas lillahi ta'ala....."ucap neola sambil memeluk sahabatnya yang merasa bersalah.
"itu benar ron,Allah lebih sayang kepada Liza jadi Allah memanggil LIza untuk mendapatkan tugas lainnya di alam lain".ucap yuliana yang ikut memeluk Roni.
"kalian benar kawan.......,terimakasih atas motivasi kalian gue janji bakal jaga kalian selamanya,biarpun Safia dan geng cowoknya itu udah dipenjara namun kejahatan masih mengintai kita,gue akan jaga kalian Nel..... yul..... gue sayang kalian dan gak mau kehilangan sahabat gue lagi,gue gak mau............... hikz hikz hikz......."ucap janji roni di depan makam liza.
"Terimakasih Roni.......kita juga sayang kog sama loe"ucap Neola menenangkan sahabatnya
"kita juga akan jaga diri kog ron....."ucap yuli
"iya ron.....tenangkan diri loe,nanti kalau loe tetep seprti ini Liza gak bakalan tenang dialam sana"sambung Neola.
“ Lizaaaaaa, sahabatku… walaupun kau sudah tiada, namun semangatmu kan ada di hati kami selamanya. Kami akan selalu mendoakanmu.semoga kau tenang di alam sana. Suatu saat kita pasti akan bersama dan berkumpul lagi….” Ucap Roni dengan nada keras didepan makam Liza.
"Terimakasih za,loe dah Berkorban demi gue,gue janji bakalan jaga Neola dan Yuliana"sambung roni
"ayo pulang ron,biarkan Liza istirahat dengan tenang"ajak Neola.
"he'em"jawab roni sambil mengangguk.

Amanat====>>>Janganlah engkau Sia-siakan Pengorbanan Sahabat Kalian Selagi dia masih disamping kalian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar